Senin, 16 Februari 2015


Laporan Kimia Pembuatan Ice Cream





















ALAT dan BAHAN  :

ALAT :

  • 2 Cangkir Es Batu
  • Termometer
  • Mangkok Plastik
  • Sendok
  • Cangkir 


BAHAN :
  • 1/2 Cangkir Susu Cair
  • 1/2 Cangkir Krim Kental
  • 1/4 Cangkir Gula
  • 1/4 Sendok Teh Vanili
  • 1/2 gelas NaCl
  • 2 Cangkir Es Batu
  • 1 Buah Kantong Bersegel ukuran 1 liter,kita sebut plastik A
  • 1 Buah Kantong bersegel ukuran besar, kita sebut plastik B


Cara Membuat :
> Pertama,masukkan gula,susu cair,krim kental, dan vanili sesuai dengan takaran kedalam mangkok plastik. > Campur semua hingga rata dan masukkan pada plastik A yang sudah disiapkan. Jangan lupa untuk menutupnya dengan rapat agar tidak tumpah. Pada plastik B kit masukkan es batu,gunakanlah termometer untuk mengukur suhu es tadi.
> Tambahkan NaCl atau garam kedalamnya dan setelah itu, kita bisa menaruh plastik A yang berisi adonan es krim tadi kedalam plastik B yang berisi es batu dan garam lalu tutup plastik B hingga rapat.
> Setelah itu, kocoklah dengan perlahan plastik tadi dengan tanganmu. Sebaiknya tanganmu dilapisi dengan sarung tangan dulu agar tidak sakit dinginnya es.
> Kocok terus selama 10 - 15 menit hingga isi kantong A memadat menjadi es krim.
> Setelah adonan es krim menjadi padat,buka segel plastik pembungkus dan pindahkan adonan es krim yang sudah padat tadi kedalam cangkir.
> Lalu siapkan di dalam cangkir.

Penjelasan Kimia yang kita dapat dari membuat es krim tanpa kulkas adalah

 Penerapan Penurunan Titik Beku Larutan Dalam Pembuatan es krim
Bagaimana es krim dibuat?
          Adonan es krim ditempatkan dalam bejana yang terendam es batu dan air yang telah diberi garam dapur sambil diputar-putar untuk memperoleh suhu yang lebih rendah dari 00C. Proses tersebut mengakibatkan adonan es krim membeku dengan titik beku es beberapa derajat di bawah dibawah titik beku air murni. Hal ini terjadi karena proses perpindahan kalor dari adonan es krim ke dalam campuran es batu, air, dan garam dapur.
          Temperatur normal campuran es dan air adalah 00C. Akan tetapi itu tidak cukup dingin untuk membekukan es krim. Temperatur yang diperlukan untuk membekukan es krim adalah -3 oC atau lebih rendah. Untuk mencapai suhu tersebut perlu ditambahkan garam dalam proses pembuatan es krim. Sebenarnya banyak bahan kimia lain yang dapat digunakan tetapi garam relatif murah. Garam berfungsi menurunkan titik beku larutan. Ketika es dicampur dengan garam, es mencair dan terlarut membentuk air garam serta menurunkan temperaturnya. Proses ini memerlukan panas dari luar. Campuran itu mendapatkan panas dari adonan es krim maka hasilnya adalah es krim padat dan lezat seperti yang diinginkan.(Susilowati, Endang : 2004,16)
          Es krim merupakan makanan dengan gizi tinggi. Hidangan yang sudah tersaji sejak zaman Romawi atau 400 tahun SM itu ternyata mampu menyembuhkan influenza, serta mengandung zat anti tumor. Pada tahun 1851 es krim dapat dikatakan jenis hidangan paling populer di dunia. Pada tahun 2003, produksi es krim dunia mencapai lebih dari satu miliar liter dan dikonsumsi oleh miliaran konsumen per tahun.
          Es krim adalah anggota kelompok hidangan beku yang memiliki tekstur semi padat, Banyak fakta menyebutkan bahwa es krim merupakan salah satu makanan bernilai gizi tinggi. Nilai gizi es krim sangat tergantung pada nilai gizi bahan bakunya. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan es krim adalah lemak susu, padatan susu tanpa lemak (skim), gula pasir, bahan penstabil, pengemulsi, dan pencita rasa. Proses pembuatan es krim terdiri dari pencampuran bahan, pasteurisasi, homogenasi, aging di dalam refrigerator, pembekuan sekaligus pengadukan di dalam votator, dan terakhir adalah pengerasan (hardening) di dalam freezer.
          Di balik kelembutan dan rasa manisnya, es krim terbukti memiliki beberapa fakta gizi yang tak terduga. Keunggulan es krim didukung oleh bahan baku utamanya, yaitu susu tanpa lemak dan lemak susu. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizi yang lengkap. Para peneliti menemukan lebih dari 100.000 jenis molekul yang terkandung di dalam susu, Selain air dan lemak, molekul-molekul tersebut mencakup protein, karbohidrat, mineral, enzim-enzim, gas, serta vitamin A, C dan D. Terdapat beberapa peneliti yang menyatakan bahwa susu termasuk dalam golongan pangan fungsional.
          Sebagian besar komponen dalam susu telah diketahui fungsinya secara biologis bagi tubuh. Komponen yang telah diketahui fungsinya adalah protein terutama dari bagian whey, termasuk di dalamnya alfalaktalbumin, betaktoglobulin, imunoglobulin, laktoferin, dan glikomakropeptida. Alfalaktalbumin berperan serta dalam metabolisme karbohidrat. Enzim ini memiliki kemampuan berinteraksi dengan enzim galaktotransferase. Fungsi enzim tersebut mentransportasikan galaktosa ke pool glukosa. Beberapa penelitian membuktikan alfalaktalbumin sebagai zat antitumor.

E. Komposisi Es Krim Dan Manfaatnya

KOMPOSISI ES KRIM
          Ada lima komponen penyusun es krim: Krim, Skim, Air, Gula dan Stabilizer. Kadar air dalam es krim antara 60%-62%, jika air terlalu banyak maka es krim menjadi kasar, jika air terlalu sedikit maka es krim akan menjadi terlalu padat. Untuk bisa creamy, 60%-62% itu sudah ukuran yang teruji.
Dengan demikian maka kadar bahan kering adalah 38%-40%.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar