Senin, 16 Februari 2015

Cara Membuat Larutan ( Dari Larutan Pekat )

Tujuan : Membuat Larutan NaCl 0,2 M sebanyak 100 ml dari larutan NaCl 2 M

Teori Dasar :
M1V1 = M2V2

Alat Dan Bahan : 
Alat      : Gelas Ukur,Labu Ukur,Pipet
Bahan   : Air, NaCl 2M

Prosedur Kerja :
1. Hitung molaritas larutan pekat
2. Hitung volume larutan pekat yang dibutuhkan dengan rumus pengenceran
3, Mengukur volume larutan pekat yang dibutuhkan dengan menggunakan gelas ukur yang sesuai
4. Membuat larutan dengan cara memasukkan air ke dalam gelas kimia kira - kira 1/3 volume larutan +         larutan pekat ( Ingat! Jangan terbalik )
5. Memasukkan ke dalam larutan labu ukur yang sesuai takarannya.
6. Bilas alat - alat hasil bilasan dan dimasukkan ke dalam labu ukur ( minimal 3 kali )
7. Menambahkan air ke dalam labu ukur dengan menggunakan botol semprot sampai kira - kira 2 cm dibawah tanda batas pada labu ukur
8. Memasukkan air ke dalam labu ukur dengan bantuan pipet sampai tanda batas,tepatnya.

Analisa Data :
Dik : M = 0,2 M
        V1 = 100 ml
        M2 = 2M
Dit : V2?
Jawab :  M1V1    =   M2V2
             0,2.100   =   2V2
               20         =   2V2
              10 ml     =   V2

Data Pengamatan :
Sama seperti pengamatan yang pertama kita lakukan,warna larutan ini adalah putih,lalu volume kedua yang dibutuhkan adalah 10 ml

Kesimpulan : 
Untuk membuat larutan ini diperlukan kepadatan larutan yang molaritasnya 200 mmol dan volume yyang diperlukan 10 ml
  

Senin, 26 Mei 2014

Chemistry Practice Science-Eleven/Group 4( 29 April 2014 )





























    Cara Membuat Larutan ( Dari Zat Padatan )

Tujuan : Membuat Larutan NaHCO3 0,1 M sebanyak 100 ml

Teori Dasar : 
  1. n = V. M
  2. g = n.Mr
Keterangan : n  = molekul
                    V = Volume Larutan
                    g = massa larutan dalam gram
                    mr = massa relatif atom

Alat Dan Bahan :

Alat     : Gelas Ukur, Labu Ukur,Pipet,Spatula,Botol Semprot,Kaca Arloji
Bahan  : Air, NaHCO3 0,84 gram

Prosedur Kerja :
1.Itung massa zat yang diperlukan.
2.Menimbang massa zat padat yang diperlukan.
3.Melarutkan zat padat dengan cara memasukkan zat padat ke dalam gelas kimia dengan menambahkan air 1/3 volume. Diaduk sampai semua larut.
4. Memasukkan  larutan yang berada dalam gelas kimia kedalam labu ukur sesuai dengan bantuan corong dan sesuai dengan volume larutan.
5. Membilas alat - alat yang dipakai dengaan air dan larutan tersebut dimasukkan ke dalam labu ukur kembali ( minimal 3 kali ).
6. Menambahkan air ke dalam labu ukur dengan menggunakan botol semprot sampai kira-kira 2 cm dibawah tanda batas labu ukur.
7. Memasukkan air ke dalam labu ukur dengan  bantuan pipet sampai tepat tanda batas.

Analisa Data :

n  = V.M                                    g =  n. Mr
    = 0,1 . 100                               = 10 .84
    = 10                                         = 840 mg
                                                    = 0,84 gram

Data Pengamatan :
Volume yang dibutuhkan adalah 100 ml, warna yang dihasilkan setelah bercampur dengan air ialah putih, dan gelas ukur untuk meletakkan NaHCO3 padat adalah 43,02 gram +  berat NaHCO3 padat itu 0,84 gram jadi kalau total berat seluruhnya adalah 43,86 gram.

Kesimpulan :
Untuk membuat larutan ini diperlukan kepadatan larutan 0,84 gram dan molaritas yang diperlukan 10 mmol




Rabu, 26 November 2014





























LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

Tujuan : Mengukur titik beku larutan elektrolit dan non elektrolit

Teori Dasar ;

  • n ter = g ter / mr ter
  • m = g ter/ mr . 1000/gr pelarut
  • Penurunan Titik beku = Tf pelarut - Tf larutan
  • Tf pelarut = Delta Tf + Tf larutan
  • Delta Tf = m . kf . i ( elektrolit )
  • Delta Tf = m . kf ( non elektrolit )
Alat dan Bahan :

Alat :
Palu ( 1 Buah )
Serbet ( 2 Buah )
Gelas Ukur
Tabung Reaksi
Pipet

Bahan :
Garam Kasar
Sendok

Prosedur Kerja

  1. Buatlah campuran pendingin dengan cara berikut.... Masukkan butiran - butiran kecil es ke dalam gelas beker plastik sampai kira - kira 3/4 bagian. Tambahkan 8 sendok garam dapur dan aduk dengan pengaduk
  2. siapkan 5 buah tabung reaksi. Ke dalam masing - masing tabung,masukkan akuades setinggi kurang lebih 4 cm. Masukkan tabung reaksi ke dalam gelas beker berisi campuran pendingin dan aduk campuran tersebut 
  3. Masukkan pengaduk kaca ke dalam tabung reaksi dan gerakkan pengaduk tersebut naik turun dalam air hingga membeku seluruhnya.
  4. Keluarkan tabung dari campuran pendingin dan biarkan es dalam tabung meleleh sebagian. Ganti pengaduk dengan termometer. Dengan hati - hati aduklah campuran dalam tabung dengan menggunakan termometer secara naik turun. Bacalah termometer dan catatlah campuran es dan air.
  5. Ulangi langkah 3 sampai ke 5 dengan menggunakan larutan - larutan yang telah dibuat pada langkah 1 sebagai pengganti akuades. ( Jika es dalam gelas sudah banyak yang mencair,buat lagi campuran pendingin seperti cara kerja 2 ).
Data Pengamatan :
1. Urea dengan molalitas 1 m dan n= 1 mol maka larutan urea tersebut menghasilkan titik beku -10 derajat celcius, titik beku air 2 derajat celcius lalu perbedaan titik bekunya adalah 12 derajat celcius
2. Urea dengan molalitas 2 m dan n= 2 mol maka larutan urea tersebut menghasilkan titik beku -7 derajat celcius, titik beku air 2 derajat celcius lalu perbedaan titik bekunya adalah 9 derajat celcius
3. NaCl dengan molalitas 1 m dan n= 1 mol maka larutan NaCl tersebut menghasilkan titik beku -8 derajat celcius, titik beku air 2 derajat celcius lalu perbedaan titik bekunya adalah 10 derajat celcius
4. NaCl dengan molalitas 2 m dan n= 2 mol maka larutan NaCl tersebut menghasilkan titik beku -4 derajat celcius, titik beku air 2 derajat celcius lalu perbedaan titik bekunya adalah 6 derajat celcius
5. Aquades titik beku larutannya adalah 2 derajat celcius  titik beku air 2 derajat celcius lalu perbedaan titik bekunya adalah 0 derajat celcius

Kf Rata - Rata :

Jumlah KF / Jumlah Banyaknya Senyawa yang diuji coba

Kf Rata - Rata  = 12 + 4,5 + 3 + 10 / 4
                        =  29,5 / 4 = 7, 375

Persen Kesalahan Mutlak :

Persen Kesalahan Mutlak = Kf Rata - Rata - 1,86 / 1,86 x 100 %


% kesalahan mutlak = 7,375 - 1,86 / 1,86 x 100 % = 2,96 x 100 = 296 %

Catatan : Seperti yang dikatakan Ibu Dina S,Pd kepada kami disaat praktek berlangsung tanggal 6 October 2014 bahwa persen kesalahan mutlak maximalnya adalah 5 %, sedangkan kelompok kami melencong jauh hampir menuju 300 %,kami memohon maaf atas itu. Mungkin hal itu terjadi dikarenakan waktu yang mepet lalu kami yang kurang serius dengan pengamatan yang kami lakukan,lalu mungkin ini baru pertama kali kita melakukan pengamatan mengukur hal - hal seperti menghitung titik beku larutan elektrolit dan non elektrolit.